Selamat datang di Komunitas Bantuan Darurat
Bantuan Program CSR
Program Bantuan UMKM
Program Bantuan NGO
Pelestarian Sumber Daya hayati Indonesia
Pelestarian Sumber Daya Hayati di Indonesia dilakukan melalui Konservasi In-Situ (Taman Nasional dan Cagar Alam) dan Ex-Situ (Kebun Binatang dan Penangkaran).
Pelestarian dan Penanggulangan Kerusakan Hutan di Indonesia sangat krusial untuk menjaga paru paru dunia. Upaya utama yang melibatkan Penegakan Hukum yang Tegas, Reboisasi, Sistem Tebang Pilih serta Pemberdayaan Masyarakat Lokal dalam Pengelolaan Hutan berkelanjutan di Indonesia.
Deforestasi Hutan di Indonesia mencakup hilangnya hutan dan tutupan vegetasi dalam jangka panjang. Fenomena ini telah menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang masif di Indonesia.
Tahun 1900, Indonesia masih berhutan lebat mencakup 84% dari total luas wilayah daratan. Deforestasi meningkat tajam pada tahun 1970an dan terus mengalami akselerasi. Estimasi tutupan hutan sebesar 170 juta hektar dari tahun 1900 menurun menjadi kurang dari 100 juta hektar pada akhir abad ke 20.
Pada tahun 2008, diperkirakan hutan hujan tropis Indonesia akan habis ditebang dalam satu dekade. Kerusakan hutan menjadi ancaman serius dan bisa memusnahkan umat Manusia yang berdampak Krisis Ekologi, Krisis Iklim Perubahan Cuaca menjadi Sangat Panas, Polusi Udara tidak adanya serapan karbondioksida, Bencana Banjir, Bencana Longsor dan sebagainya.
Hal yang tidak disadari, Kerusakan Ekologi Hutan ini menjadi Penyebab Kehancuran Fungsional Perekonomian. Pembangunan yang signifikan akan hancur kembali oleh Bencana Alam Banjir dan Longsor yang berdampak pada pengurasan energi dan finansial, hal ini akan menjadi Siklus Kontinyu jika tidak ada Solusi Mitigasi dari hal ini.
Dahulu, sejauh mata memandang terbentang luas hamparan hijau dan pernapasan yang enak di hirup nan menyegarkan. Sekarang ? pemandangan tersebut menjadi Tembok Alami Perbetonan, Udara yang Sesak dan Berbau. Perlahan Tapi Pasti, penyakit paru akan banyak merenggut jiwa manusia. Polusi Timbal, Polusi Karbondioksida saat ini banyak merusak kesehatan bahkan Pola Pikir Manusia yang menjadi Tingkat Depresi. Otak Manusia membutuhkan Oksigen Murni untuk Kejernihan Berpikir. Otak Manusia membutuhkan Oksigen Murni untuk Perintah Sistem dalam hal mengalirkan Sistem Peredaran Darah Tubuh.
Hal tersebut semua, secara Teoritis yang Telah Terbukti Paraktikalnya. Memusnahkan Tingkat Kesuburan Manusia, bahkan yang sangat miris, memunculkan Generasi yang Otaknya sudah rusak oleh Polutan. Apalagi saat ini di tambah dengan Polusi Persinyalan Radio dan Ponsel yang dapat mengganggu Sistem Kelistrikan pada Otak Manusia. Mari kita bersama menjaga Kelestarian Hayati Pepohonan di lingkungan sekitar dan mengurangi Aktifitas Penyebab Polutan di sekitar Manusia. Gunakanlah fasilitas alat bantu aktifitas Manusia tersebut secara efisien dan tepatguna.